TEKHNIK MEMBACA
Membaca merupakan proses mengkonstuksi makna bacaan. Pembaca aktif mengolah, memikirkan, mengembangkan, dan memaknai teks yang sedang dibacanya. Dalam membaca ada tekhnik dan proses yang perlu diperhatikan, agar bacaan kita efektif dan bermakna, antara lain:
1) Membaca sebagai Proses Aktif Mencari Makna
Membaca merupakan kegiatan bernalar. Membaca merupakan bentuk dari kegiatan berpikir. Oleh karena itu, ketika seseorang mengajari anak untuk membaca, berarti dia membantu anak untuk menggunakan penalarannya dalam menghadapi suatu bacaan. Salah satu perwujudan membaca sebagai kegiatan bernalar adalah inferensi (proses menyusun hubungan logis atau menyempurnakan informasi berdasarkan ingatan dan pengalaman seseorang). Inferensi merupakan kegiatan menjadikan kata-kata bermakna, menghubung-hubungkan proposisi dan kalimat, dan mengisi potongan-potongan informasi yang hilang. Dalam menyusun inferensi, pembaca harus menginferensikan suatu kata dalam konteksnya. Di samping itu, pembaca juga harus meletakkan ke dalam kerangka yang lebih besar atas pemamahaman kalimat dan teks secara keseluruhannya.
2) Membaca sebagai Proses Konstruktif
Membaca juga merupakan kegiatan menghubungkan gagasan-gagasan itu dengan latar belakang pengetahuan yang dimiliki pembaca. Setelah pembaca mendapatkan makna dari bacaan, maka dia akan mengkontruksi sebuah pemahaman baru dalam dirinya, bisa dengan asosiasi atau asimilasi.
3) Membaca sebagai Proses Penerapan Beragam Pengetahuan
Untuk memperoleh pemahaman yang tepat tentang suatu bacaan, pembaca perlu menggunakan pengetahuannya yang selama ini dimiliki, di samping pengetahuan tentang bacaan yang sedang dibacanya. Tentu saja, di samping pengetahuan tersebut, pembaca harus menerapkan dan memahami pengetahuan yang terdapat dalam bacaan yang sedang dibacanya. Bacaannya harus dianalisis dalam berbagai tingkatan, mulai dari huruf-hurufnya sampai dengan keseluruhannya maknanya. Dengan kata lain, pembaca itu sedang menerapkan pengetahuannya, dari pengalaman hidupnya dan dari bacaan sebelumnya, ketika dia melakukan aktifitas membaca.
4) Membaca sebagai Proses Strategis
Pembaca yang efektif memiliki dan mampu menentukan tujuan membaca dengan benar. Tujuan membaca sangat menentukan proses dan cara membaca, sekalipun jenis bacaan yang dibacanya sama tapi dengan tujuan yang berbeda maka hasil dari membacanya juga berbeda. Proses dan cara membaca cerita (misalnya novel) yang bertujuan untuk memperoleh nilai-nilai bacaan dengan yang bertujuan memperoleh hiburan. Pembaca pertama melakukannya dengan menganalisis dan mengorganisasikan unsur-unsur yang memuat nilai-nilai bacaan, sedangkan pembaca kedua melakukannya dengan memfokuskan unsur-unsur yang menarik, yang baru, dan yang menimbulkan “teka-teki” untuk memancing bekerjanya “rasa ingin” pembaca.
Berdasarkan pemikiran bahwa membaca merupakan proses mengkonstruksi makna bacaan, itu berarti bahwa pembaca memahami bacaan yang lebih rumit secara bertahap. Dari waktu ke waktu, mereka mengembangkan dan memperbaiki pemahamannya tentang hakikat bacaan serta meningkatkan kesadarannya akan adanya struktur dalam bacaan tersebut.
Student’s Dormitory, 12 april 2007.
Damanhuri khazin R.
(kampus santri mahasiswa Islamic College of eL-Ha)
Friday, April 20, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment